Doa di Bulan Ramadhan

  Oleh: Ihsan Tandjung 

Dalam rangkaian ayat Al-Qur’an mengenai puasa di bulan Ramadhan terselip suatu ayat yang secara khusus membicarakan soal berdoa. Di dalamnya Allah subhaanahu wa ta’aala perintahkan orang beriman untuk berdoa kepadaNya. Dan Allah subhaanahu wa ta’aala berjanji untuk mengabulkan doa siapapun asalkan memenuhi tiga syarat: (1) Memohon hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’aala, bukan selainNya. (2) Memenuhi segala perintahNya dan (3) Beriman kepada Allah subhaanahu wa ta’aala sebagai Rabb yang Maha Kuasa mengabulkan permintaan dan menetapkan taqdir segalanya.


أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah ayat 186)

Bulan Ramadhan merupakan bulan di mana orang beriman mempunyai kesempatan begitu luas untuk berdoa kepada Allah subhaanahu wa ta’aala. Dan waktu-waktu mustajab (saat doa berpeluang besar dikabulkan Allah) tersebar dalam beberapa momen khusus sepanjang Ramadhan.

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Ada tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak: (1) orang yang berpuasa hingga ia berbuka, (2) imam yang adil dan (3) doa orang yang dizalimi.” (HR Tirmidzi 3522)

Subhanallah…! Dalam hal berdoa orang berpuasa disetarakan dengan pemimpin yang adil dan orang terzalimi. Doa orang berpuasa mustajab. Didengar, tidak ditolak Allah subhaanahu wa ta’aala. Bahkan dikabulkan insyaAllah. Setiap orang yang faham hadits ini sangat bergembira menyambut Ramadhan. Sebab itu berarti selama 29 atau 30 hari selama ia berpuasa peluang doanya dikabulkan Allah subhaanahu wa ta’aala sangatlah luas…!

Dan terlebih lagi saat menjelang berbuka ketika menanti tibanya azan Magrib. Kita harus memanfaatkan waktu sebaiknya untuk berdoa saat itu. Maka, saudaraku, manfaatkan kesempatan emas menjelang berbuka dengan mengajukan berbagai permintaan kepada Allah ta’aala. Sebab sebagian masyarakat kita malah menghabiskan waktu dengan ngobrol tidak karuan menjelang magrib di bulan Ramadhan. Padahal coba perhatikan hadits berikut:


سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.” (HR Ibnu Majah 1743)

Lalu apakahlafal khususNabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelang ifthor berbuka puasa? Beliau membaca sebagaimana dijelaskan dalam hadits di bawah ini:


كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ

وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Jika Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berbuka, ia berdoa: Dhahabazh-zhoma-u wab tallatil-’uruq wa tsabbatal-ajru insyaa Allah “Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat dan semoga ganjaran didapatkan, insya Allah.” (HR Abu Dawud 2010)

Mengapa di dalam doa berbuka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengatakan: ”…dan semoga ganjaran didapatkan, insya Allah.”?

Karena sesungguhnya yang sangat diharapkan bukan semata kegembiraan pertama sewaktu berbuka di dunia, melainkan yang lebih diharapkan orang beriman ialah kegembiraan kedua yaitu saat bertemu Allah ta’aala di hari berbangkit kelak. Orang beriman ketika itu bergembira berjumpa Allah ta’aala karena puasanya sewaktu di dunia diterima olehNya. Demikianlah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda dalam hadits sebagai berikut:


لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

Bagi orang yang berpuasa terdapat dua kegembiraan. Kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat kelak perjumpaannya dengan Allah ta’aala karena ibadah puasanya.” (HR Bukhary 1771)

Hidup manusia di dunia adalah pergantian antara susah dan senang. Maka selama bulan Ramadhan khususnya, marilah kita membaca yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam biasa baca ketika menghadapi keadaan susah maupun menerima karunia. Untuk mengantisipasi kesusahan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam melazimkan kalimat istighfar sebagaimana hadits berikut:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barangsiapa yang tetap melakukan istighfar, maka Allah subhaanahu wa ta’aala akan membebaskannya dari segala kesusahan dan melapangkannya dari setiap kesempitan serta akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak diduganya.” (HR Abu Dawud 1297)

Sedangkan ketika menerima karunia, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menganjurkan kita membaca sebagaimana hadits berikut:


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَى عَبْدٍ نِعْمَةً
فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ إِلَّا كَانَ الَّذِي أَعْطَاهُ أَفْضَلَ مِمَّا أَخَذَ

Setiap orang yang diberi karunia Allah ta’aala lalu ia membaca ‘Alhamdulillah’, maka Allah ta’aala akan berikan yang lebih utama daripada apa yang telah ia terima.” (HR Ibnu Majah 3795)

Ya Allah, basahi lidah kami dengan mengingatMu selalu. Cerdaskan kami dalam mengajukan doa-doa kepada Engkau sesuai situasi dan kondisi kami masing-masing mengikuti teladan NabiMu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Ya Allah, berkahilah kami di bulan Sya’ban dan Ramadhan. Amin ya rabb…

 

 

Sumber : www.eramuslim.com

 

Mengapa Kau Tuntut Tuhan-Mu?

 

 

Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary
Janganlah kau tuntut Tuhanmu karena tertundanya keinginanmu, tetapi tuntutlah dirimu sendiri karena engkau telah menunda adabmu kepada Allah.”

Betapa banyak orang menuntut Allah, karena selama ini ia merasa telah berbuat banyak, telah melakukan ibadah, telah berdoa dan berjuang habis-habisan.

Tuntutan demikian karena seseorang merasa telah berbuat, dan merasa perlu ganti rugi dari Allah Ta’ala. Padahal meminta ganti rugi atas amal perbuatan kita, adalah wujud ketidak ikhlasan kita dalam melakukan perbuatan itu. Manusia yang ikhlas pasti tidak ingin ganti rugi, upah, pahala dan sebagainya. Manusia yang ikhlas hanya menginginkan Allah yang dicinta. Pada saat yang sama jika masih menuntut keinginan agar disegerakan, itu pertanda seseorang tidak memiliki adab dengan Allah Ta’ala.

Sudah sewajarnya jika kita menuntut diri kita sendiri, karena Allah tidak pernah mengkhianati janjiNya, tidak pernah mendzalimi hambaNya, dan semua janjinya tidak pernah meleset. Kita sendiri yang tidak tahu diri sehingga, kita mulai intervensi soal waktu, tempat dan wujud yang kita inginkan. Padahal itu semua adalah Pekerjaan Allah dan urusanNya.

Orang yang terus menerus menuntut dirinya sendiri untuk Tuhannya, apalagi menuntut adab dirinya agar serasi dengan Allah Ta’ala, adalah kelaziman dan keniscayaan. Disamping seseorang telah menjalankan ubudiyah atau kehambaan, maka si hamba menuruti perilaku adab di hadapanNya, bahwa salah satu adabn prinsipalnya adalah dirinya semata untuk Allah Ta’ala.

Karena itu Ibnu Athaillah melanjutkan:
“ Ketika Allah menjadikanmu sangat sibuk dengan upaya menjalankan perintah-perintahNya dan Dia memberikan rezeki, rasa pasrah total atas Karsa-paksaNya, maka sesungguhnya  saat itulah betapa agung anugerahNya kepadamu.”

Anugerah paling agung adalah  rezeki rasa pasrah total atas takdirNya yang pedih, sementara anda terus menerus menjalankan perintah-perintahNya dengan konsisten, tanpa tergoyahkan.
Wahb ra, mengatakan, “Aku pernah membaca di sebagian Kitab-kitab Allah terdahulu, dimana Allah Ta’ala berfirman:
“Hai hambaKu,  taatlah kepadaKu atas apa yang Aku perintahkan kepadamu, dan jangan ajari Aku bagaimana Aku berbuat baik kepadamu.

Aku senantiasa memuliakan orang yang memuliakan Aku, dan menghina orang yang menghina perintahKu. Aku tak pernah memandang hak hamba, sehingga hamba memandang (memperhatikan) hakKu.”

Syeikh Abu Muhammad bin Abdul Aziz al-Mahdawi ra, mengatakan, “Siapa pun yang dalam doanya tidak menyerahkan dan merelakan pilihannya kepada Allah Ta’ala, maka si hamba tadi terkena Istidroj dan tertipu. Berarti ia tergolong orang yang disebut dengan  kata-kata, “Laksanakan hajatnya, karena Aku sangat tidak suka mendengarkan suaranya.”. Namun jika ia menyerahkan pilihannya pada Allah Ta’ala, hakikatnya ia telah diijabahi walau pun belum diberi. Amal kebaikan itu dinilai di akhirnya…” 

Hafalan Shalat Delisa

 

published  2007 by Republika  
 
Ada sebuah keluarga di Lhok Nga – Aceh, yang selalu menanamkan ajaran Islam dalam kesehariannya. Mereka adalah keluarga Umi Salamah dan Abi Usman. Mereka memiliki 4 bidadari yang solehah: Alisa Fatimah, (si kembar) Alisa Zahra & Alisa Aisyah, dan si bungsu Alisa Delisa.
 
Setiap subuh, Umi Salamah selalu mengajak bidadari-bidadariny a sholat jama’ah. Karena Abi Usman bekerja sebagai pelaut di salah satu kapal tanker perusahaan minyak asing – Arun yang pulangnya 3 bulan sekali. Awalnya Delisa susah sekali dibangunkan untuk sholat subuh. Tapi lama-lama ia bisa bangun lebih dulu ketimbang Aisyah. Setiap sholat jama’ah, Aisyah mendapat tugas membaca bacaan sholat keras-keras agar Delisa yang ada di sampingnya bisa mengikuti bacaan sholat itu.
 
Umi Salamah mempunyai kebiasaan memberikan hadiah sebuah kalung emas kepada anak-anaknya yang bisa menghafal bacaan sholat dengan sempurna. Begitu juga dengan Delisa yang sedang berusaha untuk menghafal bacaan sholat agar sempurna. Agar bisa sholat dengan khusyuk. Delisa berusaha keras agar bisa menghafalnya dengan baik. Selain itu Abi Usman pun berjanji akan membelikan Delisa sepeda jika ia bisa menghafal bacaan sholat dengan sempurna.
 
Sebelum Delisa hafal bacaan sholat itu, Umi Salamah sudah membelikan seuntai kalung emas dengan gantungan huruf D untuk Delisa. Delisa senang sekali dengan kalung itu. Semangatnya semakin menggebu-gebu. Tapi entah mengapa, Delisa tak pernah bisa menghafal bacaan sholat dengan sempurna.
 26 Desember 2004
 
Delisa bangun dengan semangat. Sholat subuh dengan semangat. Bacaannya nyaris sempurna, kecuali sujud. Bukannya tertukar tapi tiba-tiba Delisa lupa bacaan sujudnya. Empat kali sujud, empat kali Delisa lupa. Delisa mengabaikan fakta itu. Toh nanti pas di sekolah ia punya waktu banyak untuk mengingatnya. Umi ikut mengantar Delisa. Hari itu sekolah ramai oleh ibu-ibu. Satu persatu anak maju dan tiba giliran Alisa Delisa. Delisa maju, Delisa akan khusuk. Ia ingat dengan cerita Ustad Rahman tentang
bagaimana khusuknya sholat Rasul dan sahabat-sahabatnya.
“Kalo orang yang khusuk pikirannya selalu fokus. Pikirannya satu.” Nah jadi kalian sholat harus khusuk. Andaikata ada suara ribut di sekitar, tetap khusuk.
 
Delisa pelan menyebut “ta’awudz”. Sedikit gemetar membaca
“bismillah”. Mengangkat tangannya yang sedikit bergetar meski suara dan hatinya pelan-pelan mulai mantap. “Allahu Akbar”.
 
Seratus tiga puluh kilometer dari Lhok Nga. Persis ketika Delisa usai bertakbiratul ihram, persis ucapan itu hilang dari mulut Delisa. Persis di tengah lautan luas yang beriak tenang. LANTAI LAUT RETAK SEKETIKA. Dasar bumi terban seketika! Merekah panjang ratusan kilometer. Menggentarkan melihatnya. Bumi menggeliat. Tarian kematian mencuat. Mengirimkan pertanda kelam menakutkan.
 
Gempa menjalar dengan kekuatan dahsyat. Banda Aceh rebah jimpa. Nias lebur seketika. Lhok Nga menyusul. Tepat ketika di ujung kalimat Delisa, tepat ketika Delisa mengucapkan kata “wa-ma-ma-ti” , lantai sekolah bergetar hebat. Genteng sekolah berjatuhan. Papan tulis lepas, berdebam menghajar lantai. Tepat ketika Delisa bisa melewati ujian pertama kebolak-baliknya, Lhok Nga bergetar terbolak-balik.
 
Gelas tempat meletakkan bunga segar di atas meja bu guru Nur jatuh. Pecah berserakan di lantai, satu beling menggores lengan Delisa. Menembus bajunya. Delisa mengaduh. Umi dan ibu-ibu berteriak di luar. Anak-anak berhamburan berlarian. Berebutan keluar dari daun pintu. Situasi menjadi panik. Kacau balau. “GEMPAR”!
 
“Innashalati, wanusuki, wa-ma… wa-ma… wa-ma-yah-ya, wa-ma-ma-ti. ..”
 
Delisa gemetar mengulang bacaannya yang tergantung tadi. Ya Allah, Delisa takut… Delisa gentar sekali. Apalagi lengannya berdarah membasahi baju putihnya. Menyemburat merah. Tapi bukankah kata Ustadz Rahman, sahabat Rasul bahkan tetap tak bergerak saat sholat ketika punggungnya digigit kalajengking?
 
Delisa ingin untuk pertama kalinya ia sholat, untuk pertama kalinya ia bisa membaca bacaan sholat dengan sempurna, Delisa ingin seperti sahabat Rasul. Delisa ingin khusuk, ya Allah…
 
Gelombang itu menyentuh tembok sekolah. Ujung air menghantam tembok sekolah. Tembok itu rekah seketika. Ibu Guru Nur berteriak panik. Umi yang berdiri di depan pintu kelas menunggui Delisa, berteriak keras … SUBHANALLAH! Delisa sama sekali tidak mempedulikan apa yang terjadi. Delisa ingin khusuk. Tubuh Delisa terpelanting. Gelombang tsunami sempurna sudah membungkusnya. Delisa megap-megap. Gelombang tsunami tanpa mengerti apa yang diinginkan Delisa, membanting tubuhnya keras-keras. Kepalanya siap menghujam tembok sekolah yang masih bersisa. Delisa terus memaksakan diri, membaca takbir setelah “i’tidal…” “Al-la-hu-ak- bar…” Delisa harus terus membacanya! Delisa tidak peduli tembok yang siap menghancurkan kepalanya.
 
Tepat Delisa mengatakan takbir sebelum sujud itu, tepat sebelum kepalanya menghantam tembok itu, selaksa cahaya melesat dari “Arasy Allah.” Tembok itu berguguran sebelum sedikit pun menyentuh kepala mungil Delisa yang terbungkus kerudung biru. Air keruh mulai masuk, menyergap Kerongkongannya. Delisa terbatuk. Badannya terus terseret. Tubuh Delisa terlempar kesana kemari. Kaki kanannya menghantam pagar besi sekolah. Meremukkan tulang belulang betis kanannya. Delisa sudah tak bisa menjerit lagi. Ia sudah sempurna pingsan. Mulutnya minum berliter air keruh.
Tangannya juga terantuk batang kelapa yang terseret bersamanya. Sikunya patah. Mukanya penuh baret luka dimana-mana. Dua giginya patah. Darah menyembur dari mulutnya.
 
Saat tubuh mereka berdua mulai perlahan tenggelam, Ibu Guru Nur melepas kerudung robeknya. Mengikat tubuh Delisa yang pingsan di atas papan sekencang yang ia bisa dengan kerudung itu. Lantas sambil menghela nafas penuh arti, melepaskan papan itu dari tangannya pelan-pelan, sebilah papan dengan Delisa yang terikat kencang diatasnya.
 
“Kau harus menyelesaikan hafalan itu, sayang…!” Ibu Guru Nur berbisik sendu. Menatap sejuta makna. Matanya meredup. Tenaganya sudah habis. Ibu Guru Nur bersiap menjemput syahid.
 
Minggu, 2 Januari 2005
 
Dua minggu tubuh Delisa yang penuh luka terdampar tak berdaya. Tubuhnya tersangkut di semak belukar. Di sebelahnya terbujur mayat Tiur yang pucat tak berdarah. Smith, seorang prajurit marinir AS berhasil menemukan Delisa yang tergantung di semak belukar, tubuhnya dipenuhi bunga-bunga putih. Tubuhnya bercahaya, berkemilau, menakjubkan! Delisa segera dibawa ke Kapal Induk John F Kennedy. Delisa dioperasi, kaki kanannya diamputasi. Siku tangan kanannya di gips. Luka-luka kecil di kepalanya dijahit. Muka lebamnya dibalsem tebal-tebal. Lebih dari seratus baret di sekujur tubuhnya.
 
Aisyah dan Zahra, mayatnya ditemukan sedang berpelukan. Mayat Fatimah juga sudah ditemukan. Hanya Umi Salamah yang mayatnya belum ditemukan. Abi Usman hanya memiliki seorang bidadari yang masih belum sadar dari pingsan. Prajurit Smith memutuskan untuk menjadi mu’alaf setelah melihat kejadian yang menakjubkan pada Delisa. Ia mengganti namanya menjadi Salam.
 
Tiga minggu setelah Delisa dirawat di Kapal induk, akhirnya ia diijinkan pulang. Delisa dan Abi Usman kembali ke Lhok Nga. Mereka tinggal bersama para korban lainnya di tenda-tenda pengungsian. Hari-hari diliputi duka. Tapi duka itu tak mungkin didiamkan berkepanjangan. Abi Usman dan Delisa kembali ke rumahnya yang dibangun kembali dengan sangat sederhana.
 
Delisa kembali bermain bola, Delisa kembali mengaji, Delisa dan anak-anak korban tsunami lainnya, kembali sekolah dengan peralatan seadanya. Delisa kembali mencoba menghafal bacaan sholat dengan sempurna. Ia sama sekali sulit menghafalnya. “Orang-orang yang kesulitan melakukan kebaikan itu, mungkin karena hatinya Delisa. Hatinya tidak ikhlas! Hatinya jauh dari ketulusan.” Begitu kata Ubai salah seorang relawan yang akrab dengan Delisa.

21 Mei 2005
 
Ubai mengajak Delisa dan murid-muridnya yang lain ke sebuah bukit. Hari itu Delisa sholat dengan bacaan sholat yang sempurna. Tidak terbolak-balik. Delisa bahkan membaca doa dengan sempurna. Usai sholat, Delisa terisak. Ia bahagia sekali. Untuk pertama kalinya ia menyelesaikan sholat dengan baik. Sholat yang indah. Mereka belajar menggurat kaligrafi di atas pasir yang dibawanya dengan ember plastik. Sebelum pergi meninggalkan bukit itu, Delisa meminta ijin mencuci tangan di sungai dekat dari situ. Ketika ujung jemarinya menyentuh sejuknya air sungai. Seekor burung belibis terbang di atas kepalanya. Memercikkan air di mukanya. Delisa terperanjat. Mengangkat kepalanya. Menatap burung tersebut yang terbang menjauh. Ketika itulah Delisa menatap sesuatu di seberang sungai.
 
Kemilau kuning. Indah menakjubkan, memantulkan cahaya matahari senja. Sesuatu itu terjuntai di sebuah semak belukar indah yang sedang berbuah. Delisa gentar sekali. Ya Allah! Seuntai kalung yang indah tersangkut. Ada huruf D disana. Delisa serasa mengenalinya. D untuk Delisa. Diatas semak belukar yang merah buahnya. Kalung itu tersangkut di tangan. Tangan yang sudah menjadi kerangka. Sempurna kerangka manusia. Putih. Utuh. Bersandarkan semak belukar itu.
 
UMMI…….. …….. 

 

Today is My Birthday

 

 

 

 

Whaaa…..ga sadar ternyata sekarang umur gue udah seperempat abad.

Ga nyangka udah tua juga, hehehehe…..

Time to introspecty with Myself

Ternyata memang masih banyak pe’er yang harus gue kerjakan

Masih banyak hal yang harus gue benahi.

Masih banyak hutang yang belum gue bayar ke diri gue sendiri dan juga beberapa ke orang-orang terdekat gue.

Masih banyak hal yang harus gue pelajari

Masih banyak pekerjaan yang belum gue mulai atau belum selesai gue kerjakan

Masih banyak…..

 

Gue Cuma berharap umur gue yang udah segini, udah bisa memberi manfaat bagi orang disekitar gue meski cuma sedikit.

Makin dewasa dan makin bijak menyikapi hidup dan masalah yang gue hadapi.

Bisa mewujudkan mimpi-mimpi yang gue punya.

I Hope My Dreams Come True…

Mungkin memang benar, meskipun ada yang kita sesali di masa lalu tapi kita tetap tidak bisa kembali ke masa itu. Kita mungkin cuma bisa menjaga saat ini dengan melakukan hal terbaik yang kita bisa dan kita mampu.

 

Welcome the 25th, New episode in my life just beginning today.

 

Gue berdoa semoga Allah memberikan yang terbaik buat gue, kehidupan gue dan masa depan gue……Amin……

Aris Indonesian Idol

 

Masih terbayang diingatan gue yaitu 2 tahun yang lalu tepatnya saat gue masih bekerja didaerah abdul muis Jakarta. Dimana setiap harinya sepulang kerja gue sering banget naik kereta jurusan kota-bekasi. Sesering itu pula gue bertemu dengan pengamen kereta yang gue tahu letak rumahnya masih 1 daerah sama gue wakt u itu,di sebuah daerah dipinggiran Jakarta-Timur, yang beberapa bulan lalu baru gue tau klo pengamen itu bernama Aris, yang ikut serta dalam ajang Indonesian Idol bahkan kemarin Ia menjadi juara Indonesia Idol 2008. Benar-benar ga disangka.

Mungkin 2 tahun atau mungkin satu tahun yang lalu sewaktu Aris mengamen di kereta, banyak orang (mungkin termasuk gue) yang ga begitu peduli dengan penampilan dan lagu yang dibawakan oleh seorang Aris. Tapi beberapa waktu lalu, setiap minggunya penampilan Aris dinanti-nanti oleh banyak orang untuk mendengar lagu apa yang dibawakan olehnya.

Mungkin banyak orang yang sama sekali tidak menyangka bahwaAris seorang pengamen kereta, yang dulu sering menyanyi di kereta bekasi – kota – bekasi bisa masuk ke 12 besar Indonesia Idol, bahkan sekarang menjadi juara Indonesia Idol!

Mungkin itu yang disebut takdir seseorang. Bahkan kita yang menjalani kehidupan itu sendiri jugatidak akan tau bagaiman a takdir kita selanjutnya. Tetapi yang gue tau, kita harus tetap berusaha menjalani takdir dan berusaha membuat takdir kita menjadi lebih baik. Bukankah Allah berfirman bahwa “Allah tidak akan merubah nasib sebuah kaum, kecuali jika kaum tsb mau berusaha”, mungkin seperti yang kemarin dilakukan Aris yang mencoba menjalani takdirnya dan mencoba nasibnya dengan mengikuti ajang Indonesian Idol. InsyaAllah seperti yang sedang gue lakukan. Gue juga akan berusaha menjalani takdir gue dan juga akan berusaha melakukan yang terbaik buat hidup gue….amin.

Hati-hati, telur palsu sudah masuk JABOTABEK

Ditulis oleh: Hary Mulia Rachman/ID/FAS/PwC on 18/04/2008  10:12AM

 

 

Pengalaman pribadi nih, kejadiannya baru tadi malam, Kamis 17 April  2008

Semalem gw naek kereta jabodetabek, dikereta ekonomi, ada yang jual  telor rebus masih hanget….harganya itu lho yang ga nyangka.. Murrah  banget  satu butir telur rebus ditengah inflasi kayak begini cuma 500 perak  aja…., padahal telur mentah aja di pasar, udah sekitar 1000 perak  sontak gw inget, artikel setahun lalu, bahwa di China, sudah pernah  heboh  soal industri rumah tangga bikin telur palsu…

Penasaran, gw beli 2000 perak, gw dapet 4 butir, bapak2 sebelah gw  beli  5000  perak, dapet 10 butir telur rebus , katanya buat anak2nya  di  rumah, Mas-mas disebelahnya beli juga sekitar 3 ribu, dia langsung kupas  dan  makan

satu buah, katanya enak kok, rasanya ga busuk…dia tadi khawatir  itu  telur  busuk ( hmm dasar orang lapar semua juga dibilang enak)

Walaupun gw masih agak ragu, tapi gw cicip juga sedikit, untuk  sekedar   membuktikan bahwa itu bener2 telur palsu, ternyata rasa dan  aromanya  mirip sekali, walaupun buat orang yang ‘Ahli Telur’ seperti gw, jelas  sekali  terasa berbeda.. putih telurnya itu lebih keras seperti Jelly Nata  Decoco,  kuning telurnya tidak bulat, cuma sekilas mirip seperti adonan kue,  walaupun aromanya mirip telur….dan semua telur yang gw kupas,  posisi  kuning telurnya itu sama semua, dan tidak ada yang bulat, alias  seperti  cetakan.

Menurut artikel dibawah ini, telur palsu di China dibuat dari unsure  tawas,  yang sangat berbahaya bila dikonsumsi dalam waktu yang lama. Barangkali teman2 ada yang punya akses ke YLKI mungkin bisa  dilaporkan  segera,  apakah ini bener-bener telur Asli ataukah Telur Palsu,  mengingat yang  mengkonsumsi telur murah ini adalah para pekerja  kelas  bawah  atau masyarakat awam yang tidak tahu apa dampaknya dalam jangka  panjang…

Wallahua’alam

Hary

 

——————————————————————————————————————-

Makanan Palsu China Menjadi Sorotan di Korea

Anda sulit membedakan keasliannya!

Seorang pekerja tidur di atas krat-krat telur di sebuah pasar  grosiran di  Beijing , China . Beberapa media utama di Korea telah memberitakan proses  pembuatan telur-telur tiruan di China , yang mana telah menggemparkan dan  menyebabkan kekhawatiran besar di antara penduduk Korea.

Baru-baru ini, produk-produk tiruan China telah  menjadi sorotan di Korea . Beberapa media arus utama Korea telah Makanan Palsu China Menjadi Sorotan di Korea, yang mana telah menggemparkan dan  menyebabkan kekhawatiran besar di antara penduduk Korea.

Pada 1-2 September lalu, Munhwa Broadcasting Corporation (MBC)  menayangkan sebuah  dokumenter berjudul, “Hidup tanpa produk-produk buatan China”.  Acara  tersebut  menelusuri kehidupan tiga keluarga di Korea Selatan , AS , dan Jepang  yang  menolak menggunakan produk-produk buatan China. Tayangan ini juga  berbicara  mengenai telur-telur buatan yang merajalela di China, acara ini telah  menarik  perhatian publik Korea .

Menyusul acara tersebut, koran nomor satu Korea, Chosun Ilbo,  telah  menerbitkan sebuah artikel berjudul “MBC Special mengekspos telur-telur tiruan  buatan  China,” melaporkan secara rinci bagaimana telur-telur tiruan itu dibuat.

Dong-A  Ilbo,  koran Korea lainnya, pada 14 Agustus 2007 juga telah menerbitkan sebuah  laporan  berjudul “Telur-telur buatan dari China dibuat dari bahan-bahan kimia  telah  muncul di pasaran”.

Se-persepuluh harga menurut laporan dari Chosun Ilbo, karena peningkatan tajam  harga-harga  makanan di   China, telur-telur buatan, yang dibuat hanya dari bahan kimia  tanpa  bahan  alami,  telah muncul di Kota Zhengzhou, Provinsi Henan.  Mr. Wang, yang   menjalankan sebuah perusahaan yang membuat bahan  tambahan  makanan, menjelaskan bagaimana telur-telur tiruan itu dibuat. “‘Putih  telur’  dibuat dengan melarutkan sodium alginate dalam air. Larutan tersebut akan  terlihat  seperti cairan bening yang kental dan sulit membedakannya dengan putih  telur  yang sebenarnya.

‘Kuning telur’ dibuat dengan menyekop suatu carian dengan pigmen  kuning  dan  memadatkan serokan cairan tersebut ke dalam larutan kalsium  klorida. Akhirnya,  ‘putih telur’ dan ‘kuning telur’ dibungkus ke dalam ‘kulit telur’  yang  dibuat  dari kalsium karbonat. “Jika ditambahkan tepung kanji atau bubuk kuning telur pada  ‘kuning  telur’ tersebut, tekstur dari sebuah telur buatan setelah dimasak hamper  identik  dengan telur yang sebenarnya.  Wang mengatakan hanya menghabiskan 0,55 yuan (0,07 dolar AS) untuk  membuat lebih  dari 2 butir telur, kurang dari sepersepuluh harga telur yang  sebenarnya  di  pasaran (0,8 dolar AS). Bahan utama dalam telur-telur buatan tersebut adalah bahan  tambahan  makanan, getah damar, kanji, pengeras, dan pigmen-pigmen. Konsumsi yang  berlebihan atas  bahan-bahan tersebut akan merusak perut dan menyebabkan  gejala-gejala seperti  kehilangan ingatan dan keterlambatan mental, dll.

Korea Dikecewakan :

Dokumenter khusus dan laporan berita tersebut telah menuai  perhatian  dan kegemparan di tengah penduduk Korea . Banyak orang Korea  menyatakan bahwa  meskipun produk-produk buatan China seperti pakaian, elektronik, dan  lain-lainnya  terbilang murah dan telah membawa kenyamanan bagi hidup mereka,  kualitas  dan  keamanannya sungguh mengkhawatirkan.

Belum lama ini, berbagai mainan buatan China telah ditarik dari  rak-rak supermarket karena cat pada mainan tersebut mengandung sejumlah  logam berat yang  sangat tinggi dan dapat mengancam keselamatan anak-anak.

Kursus Membuat Telur Buatan Diiklankan Secara Online di China Fakta telur buatan bukanlah hal baru di China . Kursus-kursus  latihan  untuk “membuat telur buatan” tersebar luas di Beijing, Provinsi Henan ,  Shandong ,  Hebei dan Guangdong. Seorang wartawan Epoch Times telah melakukan  pencarian di Internet dan menemukan banyak iklan seperti itu. Kelas-kelas  dilakukan  dari satu sampai dua hari dan biayanya berkisar antara 300 sampai 800 yuan  (40-100  dolar   AS).

Sebuah pusat latihan tertentu di Kota Shangqiu mengajarkan teknik  pembuatan telur  buatan dan memberikan cetakan gratis dalam kursus tersebut. Pusat  latihan tersebut menjamin bahwa “Anda sulit dapat membedakan bentuk dan  rasa  antara

produk kami dengan telur yang sebenarnya.”

Baca liputan tentang Kursus Membuat Telur ini di sini:  http://www.erabaru.or.id/k_23_ art_76.html

Apa Makanan Asli di China?

Sebuah pusat riset yang bermarkas di Fengtai, Beijing , menyatakan  bahwa “Perusahaan kami telah menyebarkan teknologi pembuatan telur  buatan. Kami  telah  melatih lebih dari 70 ribu siswa di lebih dari 20 provinsi di  dalam  negeri. Kami  juga menyediakan teknologi untuk membuat “anggur buatan,” daging  ayam  dan  daging  sapi buatan,” dan “membuat permen beraroma hawthorn (sejenis buah Berry  berwarna  merah) tanpa menggunakan buah hawthorn.” Menyusul membanjirnya laporan tentang kualitas produk-produk  buatan  China baru-baru ini, beberapa warga Korea berseru, “Lalu apa yang dapat  kalian  makan di dan  penipuan,  karenanya membuat kepanikan di tengah konsumen.” Oleh Cui Yingshu, The Epoch Times, 11 Sep 2007 http://en.epochtime  s.com/news/7-9-11/59598. html

Bagaimana Membuat Telur Dari Guangzhou

Untuk membuat telur putih, beberapa jenis bahan, termasuk semacam  bubuk dan  tawas, dicampurkan – EAST WEEK ‘Kuning telur’ dibentuk pada  cetakan. ‘Air  ajaib’  mengandung kalsium khlorida juga digunakan – EAST WEEK Selaput Keras  dibentuk  dengan menuangkan parafin dan sejenis cairan pada telur lalu didiamkan  untuk  kering – EAST WEEK(Erabaru.or. id) – Penggerebekan baru-baru ini di sebuah pusat  grosir  kota  Guangzhou, ibu kota provinsi Guangdong, ditemukan sejumlah besar  telur  palsu. Harga grosir telur palsu adalah 0,15 yuan (0,03 Dollar Singapura)  per  butir  setengah harga dari telur asli. Konsumen sangat sulit membedakan telur asli dan telur palsu. Ini  adalah  berita bagus bagi para pengusaha nakal yang bahkan mengeluarkan tidak  kurang  150 dolar  Singapura untuk mengikuti kursus tiga hari cara memproduksi telur  buatan. Seorang wartawan dari Majalah East Week dari Hong Kong mengikuti  salah  satu kursus tersebut.

Untuk menciptakan telur putih, instruktor – seorang wanita berusia  20  tahunan menggunakan sejenis ramuan seperti agar-agar, bubuk yang tidak  diketahui jenisnya, asam benzoid, bahan pengentalan dan bahkan tawas yang  biasa digunakan  untuk pengolah industri.

Untuk menciptakan kuning telur, bubuk berwarna kuning jeruk  dicampur  ke  dalam   air  dan diaduk. Cairan itu kemudian dituangkan ke dalam cetakan  plastic  yang berbentuk bulat dan dicampur dengan apa yang disebut ‘air ajaib,’  yang   mengandung  kalsium khlorida. Ini akan membuat selaput tipis di luar ‘kuning telur,’ yang akan  mengikatnya    dengan kuat. Lalu telur tersebut dibentuk dengan sebuah cetakan. Tidak lupa  kulit  telur juga dibuat. Parafin dan sejenis cairan putih yang tidak ketahui  jenisnya  dituang ke dalam telur palsu itu, lalu didiamkan untuk kering. Telur buatan ini dapat dijemur dengan sinar matahari atau dikukus. Meskipun  muncul gelembung-gelumbung dari telur putih, orang yang mencicipi

Mengatakan  bahwa rasa telur palsu ini sangat mirip dengan telur asli. Tetapi para ahli memperingatkan akan bahaya mengkonsumsi telur  palsu  ini. Tidak hanya telur-telur palsu itu tidak mengandung nutrisi apapun, Seorang  profesor Universitas China Hong Kong memperingatkan bahwa mengkonsumsi tawas dalam waktu lama dapat mengakibatkan penyakit dementia (penyakit mental yang  serius yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir, mengingat dan bertingkah laku  normal).

Tips Agar Maling HP Jera

 

Akhir-akhir ini sering terjadi pencurian Handphone/HP baik ditempat-tempat umum maupun dilampu merah perempatan jalan (dengan memaksa!), di halte, bis, didalam kendaraan umum dan lain-lain.

Setiap HP memiliki 15 digit serial nomor yang unik (IMEI), artinya tidak mungkin sama dengan HP lainnya meskipun dalam 1 brand yang sama.

Untuk mencatat nomor ini, pencet di HP Anda:

  • Pertama tekan *#06#, lalu tekan: tanda panah (arrow)/ok.

  • Selanjutnya pada layar akan tampil 15 digit kode. Catat nomor ini dan simpan ditempat yang aman. Jangan simpan didompet, lebih baik ditinggalkan dirumah atau ditempat yang kira-kira menurut Anda aman.

Apabila HP Anda dicuri, hubungi operator kartu SIM Anda dan beritahukan kode ini. Mereka akan melakukan blocking sehingga HP tersebut tidak dapat digunakan sama sekali meskipun kartu SIM-nya telah ditukar, karena yang diblock adalah HP nya dan bukan nomor panggilannya maka kemungkinan besar HP Anda tidak akan kembali lagi. Namun paling tidak orang jahat juga sama sekali tidak bisa menggunakannya (biar ga keenakan). Namun paling tidak kalau semua/sebagian besar HP-HP yang dicuri tidak bisa berfungsi, maka dipasar gelap harganya akan jatuh dan diharapkan pencurian HP akan berkurang jumlahnya.

Penerapan SAP di Pemerintahan Daerah

 Kegalauan Pemerintah Daerah

Dalam Menerapkan Akuntansi Pemerintahan

Sejarah Akuntansi Pemerintahan

Sejak era reformasi dimulai di tahun 1998, maka pemerintah pun mengalami perubahan besar-besaran diberbagai bidang termasuk dibidang pengelolaan keuangan. Reformasi dibidang pengelolaan keuangan dan pelaporan keuangan tersebut bertujuan untuk mewujudkan transaparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara yaitu penyampaian laporan pertanggung-jawaban keuangan pemerintah yang memenuhi prinsip tepat waktu dan disusun dengan mengikuti standar akuntansi pemerintahan yang telah di terima oleh umum.

Berdasarkan hal tersebut, maka di susunlah Standar Akuntansi Pemerintahan sebagaimana diatur dalam UU No. 17 tahun 2003 tentang keuangan Negara yang mensyaratkan bentuk dan isi laporan pertanggung-jawaban pelaksanaan APBN/APBD di susun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan yang di tetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Untuk penyusunan Standar Akuntansi Pemerintah maka disusunlah Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) yang dibentuk pertama kali berdasarkan Keppres 84/2004 dan telah diubah dengan Keppres 2/2005. KSAP tersebut beranggotakan kalangan professional yang berasal dari lingkungan pemerintah, praktisi akuntasi, asosiasi profesi akuntan dan akademisi yang kompeten di bidang akuntansi sektor publik.

Komite Standar Akuntansi Pemerintah (KSAP) bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas dan keandalan pengelolaan keuangan pemerintah yaitu melalui penyusunan dan pengembangan standar akuntansi pemerintah termasuk mendukung pelaksanaan penerapan standar tersebut.

Dalam mencapai tujuan yang dimaksud, KSAP mengacu kepada praktik-praktik terbaik international, diantaranya dengan mengadaptasi dan mengadopsi dari International Public Sector Standards (IPSAS) yang di terbitkan oleh International Federation Of Accountant (IFAC), serta menggunakan materi/referensi dari International Accounting Standard Committee, International Monetery Fund, Ikatan Akuntan Indonesia, Financial Accounting Standard Board – USA, Governmental Accounting Standard Board – USA.

Strategi adaptasi disini memiliki pengertian bahwa secara prinsip pengembangan SAP berorientasi pada IPSAS namun di sesuaikan dengan kondisi di Indonesia antara lain dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, praktik-praktik keuangan yang ada dan kesiapan para pengguna SAP.

Strategi pengembangan SAP dilakukan melalui proses transisi dari basis kas menuju akrual yang disebut Cash Toward Accrual.

Entitas pelaporan diperkenankan untuk menyelenggarakan akuntasi dan penyajian laporan keuangan dengan menggunakan sepenuhnya basis akrual baik dalam pengakuan pendapatan, belanja, transfer, pembiayaan maupun dalam pengakuan asset, kewajiban dan ekuitas dana. Entitas pelaporan keuangan yang menyelenggarakan akuntansi dan menyajikan laporan keuangan dengan menggunakan basis akrual tetap meyajikan laporan arus kas dengan menggunakan basis kas.

Penerapan SAP di Pemerintahan Daerah

Dengan adanya otonomi daerah tentang pegelolaan dan pertanggung-jawaban Keuangan Daerah serta telah diterbitkannya Standar Akuntansi Pemerintah maka telah terjadi pembaharuan didalam manajemen keuangan daerah. Dengan otonomi ini maka daerah diberikan kewenangan yang luas untuk mengurus rumah-tangga nya sendiri tanpa campur tangan dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah mempunyai hak dan kewenangan yang luas untuk menggunakan sumber-sumber keuangan yang dimilikinya sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang berkembang di daerah. Namun dengan demikian bukan berarti pemerintah daerah dapat menggunakan sumber-sumber daerahnya dengan sewenang-wenang karena hak dan kewenangan yang diberikan kepada pemerintah daerah pada hakekatnya adalah merupakan amanah yang harus dipertanggung-jawaban secara akuntabel dan transparan baik kepada masyarakat di daerah maupun pemerintah pusat.

Otonomi daerah yang juga diikuti oleh reformasi dibidang pelaporan keuangan pemerintah kemudian di dukung dengan di tetapkannya undang-undang dibidang keuangan negara, sehingga pemerintah daerah mempunyai landasan hukum yang memadai dan andal untuk melakukan reformasi manajemen keuangan daerah yang selanjutnya dalam tahun 2004 ditetapkan pula Undang-undang No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah dan Undang-undang no 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan pemerintahan pusat dan daerah sebagai pengganti UU No. 22 tahun 1999 dan UU No. 25 tahun 1999.

Peraturan tersebut menyatakan bahwa pemerintah daerah menyampaikan pertanggungjawaban atas pelaporan pengelolaan keuangan daerah dalam bentuk neraca, laporan arus kas, laporan realisasi anggaran dan catatan atas laporan keuanganm yang disusun dan disajikan berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintah.

Maka dengan adanya Standar Akuntansi Pemerintahan tersebut maka laporan pertanggung-jawaban keuangan daerah akan menjadi lebih transparan dan akuntabel kepada publik.

Akuntansi berbasis kas dan berbasis akrual

Saat ini Pemerintah Indonesia dalam pencatatan dan pelaporan pengelolaan keuangan menggunakan akuntansi berbasis kas atau cash basis dan akuntansi berbasis akrual atau accrual basis, yaitu:

Akuntansi berbasis kas atau Cash basis

Basis kas atau Cash Basis yaitu basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar pada tahun anggaran tertentu. Basis kas digunakan untuk pengakuan pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan. 

1. Pendapatan

2. Belanja

3. Transfer

4. Pembiayaan / Financing   Akuntansi 

Akuntansi Berbasis Akrual atau Accrual Basis

Akuntansi berbasis akrual yaitu basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas di terima atau dibayar. Akrual basis digunakan untuk pengakuan pos-pos asset, kewajiban dan ekuitas dana.

        Prinsip ini sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku saat ini, baik UU perbendaharaan Indonesia maupun PP 105 tahun 2000. Undang-undang tahun 17/2003, tentang Keuangan Negara pasal 36 ayat (1) juga mengisyaratkan bahwa selama pengukuran pendapatan dan belanja berbasis akrual belum dilaksanakan maka digunakan pengakuan berbasis kas. Masa transisi pengakuan berbasis akrual ini selambat-lambatnya 5 tahun sejak UU ini diberlakukan, artinya pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja baru dibukukan pada tahun 2008.

Akuntansi berbasis kas memiliki kelebihan yaitu penerapannya yang sederhana dan mudah dipahami. Namun akuntansi berbasis kas ini juga memiliki kelembahan yaitu kurang informatif karena hanya berisikan informasi tentang penerimaan, pengeluaran dan saldo kas, dan tidak memberikan informasi mengenai aset dan kewajiban. Maka dengan minimnya informasi tersebut dapat dirasakan dengan tidak dipertanggungjawabkannya secara baik aset tetap milik pemerintah. Demikian pula minimnya informasi tentang utang pemerintah mempersulit manajemen utang pemerintah termasuk pembayaran cicilan dan bunga.

Sedangkan akuntansi berbasis akrual mempunyai kelebihan yaitu lebih informatif dan mendukung manajemen keuangan. Namun akuntansi berbasis akrual juga memiliki beberapa kendala yakni : adanya pilihan atas berbagai penilaian, pengakuan dan pelaporan atas aset, kewajiban, dan ekuitas. Berbagai pilihan ini akan mengundang tekanan dari berbagai pihak baik penyusun maupun para pengguna laporan keuangan untuk mendapatkan informasi keuangan yang sesuai dengan keinginan masing-masing. Kendala lain dari akuntansi berbasis akrual ini adalah kompleksitas dari sistem pencatatan yang memerlukan dukungan komitmen dari pimpinan dan ketersediaan SDM dan sarana teknologi informasi untuk penerapannya.

Prinsip-prinsip dasar akuntansi pemerintahan

Prinsip-prinsip dasar yang selama ini diterapkan oleh pemerintah daerah dalam menyusun laporan keuangannya dalam bentuk neraca, laporan arus kas, laporan realisasi anggaran dan catatan atas laporan keuangan mengacu kepada undang-undang dan praktik-praktik akuntansi yang berlaku di dunia international seperti GFS (Government Finance Statistic), antara lain :

  1.  
    1. Asas Kas

    2. Asas Bruto

    3. Asas Universitalitas

    4. Nilai Historis

    5. Kebijakan akuntansi

    6. Neraca Daerah menggunakan classified balance sheet

    7. Struktur APBD terdiri dari pendapatan, belanja dan pembiayaan. 

Kesimpulan

Sejalan dengan era reformasi yang terjadi di Indonesia maka perubahan-perubahan pun juga terjadi di pemerintahan khususnya dibidang pelaporan keuangan. Agar pelaporan keuangan dapat memenuhi prinsip tepat waktu, transparan, akuntabilitas dan dapat dibandingkan secara andal serta disusun dengan mengikuti standar akuntansi pemerintahan yang telah di terima oleh umum maka dibentuklah Komite Standar Akuntansi Pemerintahan yang bertugas untuk menyusun dan mengembangkan Standar Akuntansi Pemerintahan termasuk mendukung pelaksanaan penerapan standar tersebut.

Strategi pengembangan SAP yang dilakukan adalah melalui proses transisi dari basis kas menuju akrual yang disebut Cash Toward Accrual. Tentunya perubahan transisi dari basis kas menuju akrual harus dijalankan secara bertahap baik oleh pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah agar reformasi di bidang pelaporan keuangan itu sendiri dapat berjalan seperti yang diharapkan namun tentunya keinginan be-reformasi dibidang pelaporan keuangan pemerintahan ini juga harus didukung dengan komitmen dari pimpinan dan ketersediaan SDM dan sarana teknologi informasi untuk penerapannya tersebut.. Maka dengan adanya Standar Akuntansi Pemerintahan dan juga adanya proses transisi metode pencatatan pelaporan keuangan dari yang semula akuntansi berbasis kas menjadi akuntansi berbasis akrual maka diharapkan laporan pertanggung-jawaban keuangan baik pemerintah pusat maupun daerah akan menjadi lebih transparan dan akuntabel kepada publik..

 

Sumber dan Referensi 

    1. Imam Bastari – Anggota Komite Kerja Standar Akuntansi Pemerintahan; Artikel “Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah dan Standar Akuntansi Pemerintahan Sebagai Wujud Reformasi Manajemen Keuangan Daerah”; 07 Juli 2004.

    2. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP), Pengantar PSAP dan Kerangka Konseptual, Juni 2005.

    3. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP), PSAP 01 – Penyajian Laporan Keuangan, Juni 2005.

    4. Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP), Buletin Teknis 02 – Penyusunan Neraca Awal Pemerintah Daerah, September 2005.

    5. Binsar H. Simanjuntak, “Menyongsong Era Baru Akuntansi Pemerintahan di Indonesia”;

 

Paper ini dibuat untuk memenuhi mata kuliah perdana kapita

oleh: Siti Mariyani – Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila

Kalau Anda punya masalah, Berbahagialah !!

 

Kalau Anda punya masalah, Berbahagialah !!

Artikel yang satu ini adalah artikel pertama yang saya baca dan awal perkenalan saya dengan seorang teman dan juga perkenalan saya dengan media blog.

Sebuah artikel yang waktu itu saya baca bertepatan dengan sebuah tanda sayang yang Allah berikan ke saya, yang insyaAllah bisa mengangkat saya ke kelas yang lebih tinggi ^_^

 

Membaca judul di atas mungkin Anda bertanya-tanya, apakah saya tak salah tulis. Anda mungkin berkata, ”Bukankah akan lebih berbahagia kalau kita sama sekali tak punya masalah?” Kalau demikian, Anda salah besar! Dimana ada kehidupan, disitu pasti ada permasalahan. Namun, tahukah Anda bahwa di balik setiap masalah terkandung suatu peluang emas dan kesempatan yang besar untuk maju?
Ada kata-kata bijak dari Norman V Peale yang patut Anda renungkan. Dalam bukunya You Can If You Think You Can, ia mengatakan, ”Apabila Tuhan ingin menghadiahkan sesuatu yang berharga, bagaimanakah Ia memberikannya kepada Anda? Apakah Ia menyampaikan dalam bentuk suatu kiriman yang indah dalam nampan perak? Tidak! Sebaliknya Tuhan membungkusnya dalam suatu masalah yang pelik, lalu melihat dari jauh apakah Anda sanggup membuka bungkusan yang ruwet itu, dan menemukan isinya yang sangat berharga, bagaikan sebutir mutiara yang mahal harganya yang tersembunyi dalam kulit kerang.”
Pernyataan di atas bukan sekedar kata-kata indah untuk menghibur Anda yang sedang kalut menghadapi suatu masalah. Ini adalah perubahan paradigma dan cara berpikir. Keadaan apa pun yang kita hadapi sebenarnya bersifat netral. Kita lah yang memberikan label positif atau negatif terhadapnya. Seperti yang dikatakan filsuf Cina, I Ching, ”Peristiwanya sendiri tidak penting, tapi respon terhadap peristiwa itu adalah segala-galanya.”
Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh. Sayang, lebih banyak orang yang menganggap masalah sebagai sesuatu yang harus dihindari. Mereka tak mampu melihat betapa mahalnya mutiara yang terkandung dalam setiap masalah. Ibarat mendaki gunung, ada orang yang bertipe Quitters. Mereka mundur teratur dan menolak kesempatan yang diberikan oleh gunung.
Ada orang yang bertipe Campers, yang mendaki sampai ketinggian tertentu kemudian mengakhiri pendakiannya dan mencari tempat yang datar dan nyaman untuk berkemah. Mereka hanya mencapai sedikit kesuksesan tapi sudah merasa puas dengan hal itu.
Tipe ketiga adalah Climbers yaitu orang yang seumur hidupnya melakukan pendakian, dan tak pernah membiarkan apapun menghalangi pendakiannya. Orang seperti ini senantiasa melihat hidup ini sebagai ujian dan tantangan. Ia dapat mencapai puncak gunung karena memiliki mentalitas yang jauh lebih tinggi, mengalahkan tingginya gunung. Orang dengan tipe ini benar-benar meyakini apa yang pernah dikatakan Dag Hammarskjold, ”Jangan pernah mengukur tinggi sebuah gunung sebelum Anda mencapai puncaknya. Karena begitu ada di puncak, Anda akan melihat betapa rendahnya gunung itu.”

 

Semua masalah sebenarnya adalah rahmat terselubung bagi kita. Mereka ”berjasa” karena dapat membuat kita lebih baik, lebih arif, lebih bijaksana, dan lebih sabar.

 

Untuk mencapai kesuksesan Anda perlu memiliki adversity quotient, yaitu kecerdasan dan daya tahan yang tinggi untuk menghadapi masalah. Kecerdasan tersebut dimulai dari merubah pola pikir dan paradigma Anda sendiri. Mulai lah melihat semua masalah yang Anda hadapi sebagai peluang, kesempatan, dan rahmat. Anda akan merasa tertantang, namun tetap mampu menjalani hidup yang tenang dan damai.

 

Berbahagialah jika Anda memiliki masalah. Itu artinya Anda sedang hidup dan berkembang. Justru bila Anda tak punya masalah sama sekali, saya sarankan Anda segera berdoa, ”Ya Tuhan. Apakah Kau tak percaya lagi padaku, sehingga Kau tak mempercayakan satu pun kesulitan hidup untuk saya atasi?” Dengan berdoa demikian Anda tak perlu khawatir. Tuhan amat mengetahui kemampuan kita masing-masing. Ia tak akan pernah memberikan suatu beban yang kita tak sanggup memikulnya.

 
Oleh: Arvan Pradiansyah (semoga Allah memuliakan engkau)

Artikel diambil dari: www.surrender2god.wordpress.com

 

Selamatkan Bumi mulai dari dapur mu.

 

  • Aneka jenis tissue diproduksi dari serat kayu dan tidak dapat didaur ulang. Gunakan lap/serbet yang bisa dipakai berulang kali untuk lap piring, serbet makan, lap meja, dll.

  • Kantong teh celup terbuat dari bahan yang sulit hancur. Pilih teh bubuk dan bukan teh celup.

  • Jangan biarkan magic jar menyala selama 24 jam sehari. Segera matikan setelah nasi atau masakan matang. Nyalakan hanya saat ingin memanaskan nasi atau makanan .

  • Minyak goreng dibuat dari kelapa sawit. Keberadaan kebun kelapa sawit telah mengubah wajah hutan alam di Indonesia. Berhematlah menggunakan minyak goreng untuk menyelamatkan hutan kita dan mengurangi emisi..Hutan gambut menyerap emisi karbon lebih besar dari hujan .

  • Pilih sabun atau shampoo berukuran besar, bisa diisi ulang. Selain lebih ekonomis, kita juga bisa mengurangi sampah kemasan .

  • Kulkas yang kosong lebih menghabiskan listrik daripada kulkas yang penuh.

 

Keep To Do Green, To Be Green 

Entri Lebih Baru » · « Entri lama